Uncategorized

HUBUNGAN ANTARA KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN PERGERAKAN HARGA SAHAM PERUSAHAAN

Hasil penilaian kinerja keuangan dengan menggunakan metode Analisis Rasio Keuangan diketahui bahwa kondisi kinerja keuangan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk selama tahun 2005-2010 cenderung mengalami fluktuasi yaitu pada current ratio, quick ratio, gross profit margin , net profit margin, return on assets, return on equity,  receivable turn over dan inventory turnover, kecuali pada total assets turn over dan fixed asset turn over mengalami peningkatan peningkatan. Sedangkan terjadi penurunan pada debt to total assets dan debt to equity ratio.

Dari masing-masing rasio Net Profit Margin (NPM), Return on Assets (ROA)  dan Return on Equity (ROE),  hanya rasio ROE yang memberikan pengaruh kepada pergerakan harga saham sedangkan rasio NPM dan ROA tidak memberikan pengaruh terhadap pergerakan harga saham.

Gabungan rasio-rasio Size, ROE ternyata berpengaruh (berkorelasi) terhadap  pergerakan harga saham perbankan.

urn on � g t �> �O> n style=’mso-spacerun:yes’>  dan Return on Equity (ROE),  hanya rasio ROE yang memberikan pengaruh kepada pergerakan harga saham sedangkan rasio NPM dan ROA tidak memberikan pengaruh terhadap pergerakan harga saham.

Gabungan rasio-rasio Size, ROE ternyata berpengaruh (berkorelasi) terhadap  pergerakan harga saham perbankan.

:200 � ob�> �O> family:Arial’>Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Wisma Indocement Lantai 8, Jl. Jend. Sudirman Kav. 70-71, Jakarta. Pabriknya berlokasi di Citeureup – Jawa Barat, Cirebon – Jawa Barat, dan Tarjun – Kalimantan Selatan.

Usaha semen meliputi operasi dari dua belas (12) pabrik Perusahaan yang berlokasi di tiga lokasi berbeda, yaitu sembilan pabrik semen terpadu di Citeureup – Bogor, dua pabrik semen terpadu di Palimanan – Cirebon dan satu pabrik semen terpadu di Tarjun – Kalimantan Selatan, dengan jumlah keseluruhan kapasitas produksi sekitar 17,1 juta ton semen per tahun. Usaha pabrikasi beton siap pakai dan tambang agregat meliputi operasi dari tiga anak perusahaan.

Berdasarkan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) tanggal 2 Oktober 1989 yang diaktakan dalam akta notaris Amrul Partomuan Pohan, S.H., LLM., No. 4, para pemegang saham menyetujui, antara lain, penawaran umum kepada publik sebesar 59.888.100 saham.

Pada tanggal 31 Desember 2007 dan 2006, Perusahaan dan Anak Perusahaan masing-masing memiliki 6.433 dan 6.637 karyawan tetap (tidak diaudit).

      Sejarah Perusahaan

            Indocement adalah produsen semen terbesar kedua di Indonesia yang memproduksi berbagai jenis semen yang berkualitas. Perseroan didirikan tahun 1985 dan mengoperasikan unit-unit produksi terpadu, dengan total kapasitas produksi sekitar 16,5 juta ton semen per tahun. Saat ini Perseroan mengoperasikan 12 pabrik, sembilan diantaranya berlokasi di Citeureup, Bogor, Jawa Barat; dua di Palimanan, Cirebon, Jawa Barat dan satu di Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan. Produk utama Perseroan adalah Semen Portland Tipe I (Ordinary Portland Cement/OPC) dan Semen Portland Pozzolan (Portland Pozzolan Cement/PPC) yang akan digantikan dengan Semen Portland Komposit (Portland Composite Cement/PCC) mulai tahun 2005. Perseroan juga memproduksi semen tipe lain, seperti Semen Portland Tipe II dan Tipe V serta Semen Sumur Minyak (Oil Well Cement). Indocement saat ini merupakan satu-satunya produsen Semen Putih di Indonesia. Pada tahun 2001, HeidelbergCement Group, salah satu produsen semen terkemuka di dunia yang berpusat di Jerman dan beroperasi di 50 negara, menjadi pemegang saham mayoritas Perseroan. Sejak saat itu, Perseroan berkonsentrasi untuk meraih kembali kondisi keuangan yang sehat sebagaimana pada masa sebelum krisis keuangan di Asia. Dengan dukungan keahlian bertaraf internasional yang dimiliki HeidelbergCement Group di bidang teknik, keuangan dan pemasaran dengan jaringan global, Indocement kembali memfokuskan kegiatannya di bisnis inti sebagai produsen semen, dengan tujuan untuk mencapai kondisi keuangan yang kuat. Pada tahun 2004, total penjualan Perseroan mencapai lebih dari Rp4,6 triliun. Fokus tersebut di atas telah menunjukkan hasil dan saat ini kondisi keuangan Perseroan sudah sehat serta siap melakukan investasi untuk mengimbangi pesatnya pertumbuhan pasar semen Indonesia yang makin luas. Pada tahun 2004, Indocement berhasil meraih Peringkat Hijau sehubungan dengan manajemen pengelolaan dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Hijau merupakan peringkat kedua tertinggi bagi perusahaan yang ramah lingkungan dan yang telah membuktikan kemampuannya dalam mengelola berbagai aspek pengelolaan lingkungan. Saham Indocement tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp11,3 triliun pada akhir 2004. Pada akhir 2004, jumlah karyawan Perseroan mencapai lebih dari 6.800 orang.

Tonggak sejarah 1999 2000 2001 1989 1991 1996 2002 2003 • PT Indocement Tunggal Prakarsa didirikan melalui penggabungan usaha enam perusahaan yang memiliki delapan pabrik semen • Indocement menjadi perusahaan publik dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya • Perseroan mengakuisisi Pabrik ke-9 di Palimanan, Cirebon, Jawa Barat yang memiliki kapasitas terpasang 1,2 juta ton klinker per tahun • Penyelesaian pembangunan Terminal Semen Surabaya • Memulai usaha Beton Siap-Pakai di Indonesia • Penyelesaian pembangunan Pabrik ke-10 di Cirebon dengan kapasitas terpasang 1,2 juta ton klinker per tahun • Penyelesaian pembangunan Pabrik ke-11 di Citeureup dengan kapasitas terpasang 2,4 juta ton klinker per tahun • Pengambilalihan PT Indo Kodeco Cement melalui penggabungan usaha (Pabrik ke-12) dengan kapasitas terpasang 2,4 juta ton klinker per tahun • Restrukturisasi utang sebesar US$1,1 miliar dengan para kreditur berlaku efektif • HeidelbergCement Group menjadi pemegang saham mayoritas melalui anak perusahaannya, Kimmeridge Enterprise Pte. Ltd. • Penyelesaian proyek peningkatan alat penangkap debu (Electrostatic Precipitator) di Pabrik Citeureup dan Cirebon • Menjadi pemegang saham pengendali di PT Pionirbeton Industri • Kimmeridge Enterprise Pte. Ltd. mengalihkan kepemilikan sahamnya atas PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. kepada HC Indocement GmbH

Laporan keuangan konsolidasi mencakup laporan keuangan Perseroan dan anak perusahaan di mana Perseroan memiliki secara langsung maupun tidak langsung, lebih dari 50% saham, termasuk PT Dian Abadi Perkasa dan PT Indomix Perkasa (termasuk hasil konsolidasi PT Pionirbeton Industri); dimana kepemilikan saham minoritas dan investasi dalam perusahaan afi liasi dikonsolidasikan dengan metode ekuitas. Perseroan memperoleh pendapatan operasi hanya dari penjualan produk semen. Biaya operasi Perseroan secara umum terdiri dari biaya produksi, penyimpanan dan angkutan semen. Selain biaya langsung tersebut, terdapat juga biaya penjualan dan pemasaran serta biaya umum dan administrasi yang pada umumnya terdapat pada setiap kegiatan usaha.

No comments yet.

Leave a Reply